Usaha Jaket Kulit tetap Jalan walau Covid 19 menghadang

Peningkatan popularitas dari Jaket Kulit Khusus untuk Pria

Alhamdulillah semua ada hikmahnya begitu yang bisa kita sampaikan sesudah bekerja keras semaksimal mungkin hasilnya tergantung Allah saja ya, berikut dampak dari covid 19 terhadap industri Jaket Kulit.

Jaket Kulit Bandung 2017

Para pengusaha industri penyamakan kulit di Sukaregang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut Jawa Barat, selama pandemi corona (COVID-19) mengalami keterpurukan. Setelah berapa bulan sempat menghentikan produksi kulit, kini para pengusaha penyamakan kulit mulai bangkit.

PT. Garut Makmur Perkasa (GMP) salah satu industri penyamakan kulit yang mengalami keterpurukan selama pandemi COVID-19, saat ini sudah mulai memproduksi kulit. Produksi penyamakan kulit saat ini sudah mencapai 150 ton dari produksi semula sebanyak 200 ton.

“Kondisi pasar memang sudah mulai berangsur normal, kami sudah mulai produksi walaupun belum 100 persen normal,” ujar Wakil Direktur PT. GMP, Indriawan, Kamis 16 Juli 2020, saat menerima kunjungan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI.

PT. GMT sendiri memproduksi kulit setengah jadi, untuk bahan pembuatan jaket kulit, tas, sepatu serta berbagai macam kerajinan lainnya. Dengan sudah beroperasinya pada perajin kulit di Kabupaten Garut khususnya, merupakan sebuah angin segar bagi pelaku usaha penyamakan kulit.

Ribuan pekerja industri pengolahan kulit, mulai dari penyamakan, pengrajin, hingga toko penjual produk kerajinan kulit di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah dirumahkan akibat wabah virus corona atau Covid-19. Selain mengikuti arahan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19, langkah merumahkan pekerja tersebut juga dilakukan menyusul sepinya pemesanan produk.

Namun sejak wabah Covid-19 muncul, menurut dia, aktivitas industri produk kulit di Garut terganggu karena sepinya pemesanan, termasuk tidak bisa melakukan pengiriman barang sejak ditetapkannya darurat Covid-19. “Akibat pandemi corona ini, penyamakan untuk pengiriman ke Bandung, ke Surabaya banyak yang ditunda. Pembayaran juga ditunda, sehingga pendapatan otomatis tidak ada,” kata dia seperti dilansir dari Antara.

Semua ada hikmahnya usaha kita memang harus maksimal dalam berupaya hasil serahkan kepada Allah Ajawajala, covid 19 jangan menjadi penghalang akan usaha kita sebagai pengrajin jaket kulit karena hanya itu yang bisa dilakukan oleh kitah.

Author: JaketKulit170873

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *